Fenomena Rojali di Mall dan Cara Mengatasinya

  • October 3, 2025

ReincoNews – Fenomena Rojali atau rombongan jalan-jalan sempat menjadi bahan candaan para pengelola mal. Para Rojali ini adalah generasi yg lahir dari kondisi ekonomi dan perspektif baru terhadap mall, mereka hadir berkelompok, menikmati suasana, tetapi tidak selalu melakukan transaksi.

Kehadiran Rojali sering menimbulkan dua sisi. Mal terlihat ramai, tetapi tingkat belanja di tenant bisa tidak sebanding dengan jumlah pengunjung.

Problem ini jika berlarut tenant di Mall tidak akan mendapatkan cuan dari pengunjung yang ada malah hanya para Rojali yang sering meramaikan Mall.

Meski begitu, Mall tetap memiliki posisi penting di mata masyarakat. Kehadiran e-commerce tidak sepenuhnya menggeser peran pusat perbelanjaan.

Bagi banyak orang, Mall bukan sekadar tempat belanja. Mall adalah ruang untuk mendapatkan pengalaman yang lebih luas.

Pengalaman ini mencakup hiburan, kuliner, bersantai, hingga interaksi sosial. Sesuatu yang tidak bisa diberikan oleh toko online.

Masyarakat Indonesia menjadikan Mall sebagai tempat berkumpul. Karena itu, fenomena Rojali sebenarnya wajar dan mencerminkan fungsi sosial Mall.

Namun, pengelola perlu melihatnya dengan cermat. Rojali yang hanya jalan-jalan tetap harus diarahkan agar memberikan nilai ekonomi.

Konsep Mall perlu mengakomodir perspektif baru terkait Mall yang modern yang lebih memberikan pengalaman dan kenyamanan pengunjung. Mall bukan lagi tempat belanja semata dan tidak juga hanya berisi deretan toko fashion atau supermarket, foodcourt dan lain sebagainya.

Karena sekarang ini era baru yang sudah banyak berubah. Pengunjung datang ke Mall dengan motivasi berbeda. Mereka kebanyakan adalah generasi melek medsos, ada yang ingin bersantai, ada yang mencari hiburan, dan ada yang sekadar menghabiskan waktu.

Untuk itu, Mall perlu terus berinovasi menghadirkan ide cemerlang. Semisal outdoor area, sport in mall, food court yang nyaman, area bermain anak, gigs musik atau spot foto kekinian bisa menjadi daya tarik.

Acara tematik dan event komunitas juga terbukti mampu meningkatkan interaksi. Dari situ, Rojali akan mulai menjadi Rojabi atau rombongan jadi beli karena terdorong untuk ikut berbelanja.

Pasar Mall di Indonesia tetap potensial masih cukup tinggi. Apalagi Mall yang berdekatan dengan perkantoran atau dekat dengan fasilitas publik, Tingkat kunjungan akan cenderung stabil bahkan akan tinggi setelah ada program promosi dan event.

Berbagai data menunjukkan bahwa mal tidak tergantikan. Justru keberadaannya semakin penting sebagai ruang rekreasi sekaligus konsumsi.

Pengelola dan tenant bisa memanfaatkan peluang ini. Rojali yang sekilas hanya berjalan bisa menjadi konsumen potensial dengan strategi tepat.

Salah satu caranya adalah menghadirkan promosi menarik. Belanja impulsif sering muncul ketika pengunjung merasa mendapatkan nilai lebih.

Bundling produk, diskon tematik, hingga program loyalti bisa menjadi pemicu. Rojali yang awalnya hanya melihat bisa tertarik membeli.

Ke depan, Mall harus bertransformasi lebih jauh. Menjadi pusat layanan superlengkap yang terintegrasi dengan teknologi digital.

IoT, aplikasi membership, pembayaran nontunai, hingga augmented reality dapat memperkaya pengalaman pengunjung.

Dengan layanan superlengkap, mal bukan lagi sekadar pusat belanja. Ia menjadi pusat gaya hidup modern yang selalu relevan.

Rojali pun perlahan bisa berubah. Dari sekadar jalan-jalan menjadi pelanggan yang loyal dan bernilai tinggi bagi tenant maupun pengelola.

Bagi rekan yang ingin mendalami mengenai bagaimana meningkatkan traffic di Mall ikuti kegiatan online course kami, yang akan diisi oleh pakar profesional yang berprestasi dibidangnya. Segera amankan seat anda dan dapatkan diskon khusus.

Tags:

Share:

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

ReincoNews – Cara mengurus aset perusahaan kini mengalami perubahan mendasar. Aset tidak lagi dipandang sekadar sebagai properti pasif, tetapi sebagai...
ReincoNews – Menilai valuasi aset perusahaan saat ini tidak lagi bisa sepenuhnya mengandalkan rumus-rumus konvensional. Pendekatan berbasis nilai buku, aset...
ReincoNews – Memasuki awal tahun 2026, pasar properti Indonesia akan ikut menyesuaikan proyeksi kondisi ekonomi nasional yang berada di kisaran...
ReincoNews – Industri properti akan mengalami pergeseran besar seiring perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) ke dalam proses bisnis properti. AI...